Assalamualaikum,,,
Hai kawand. . . Gimana kabarnya ?
Liburan Maulid Nabi pada mudik gak.. ?
Gimana kabarnya keluarga di rumah ?
Semoga tetap sehat dan memperoleh Rahmat-Nya..
Saat itu, cica pulang melewati halaman Fakultas MIPA. Di lahan yang sekarang lebih layak di sebut taman tumbuh tanaman perdu yang berbunga cantik. Kuning. Cica suka warnanya. Ceria. :)
Tak hanya satu. Namun banyak kelopak - kelopak bunga yang muncul dari sela akarnya. Tumbuh menjulang ditopang oleh tangkai bunga. Cantik nian ketika hampir semua lahan taman tumbuh tanaman ini. Serempak menampilkan pesonanya bagai musim semi datang. *maaf, lagi belajar nulis desktiptif* :p
Melihatnya, tak kuasa telunjuk dan jempol cica menyatu memetiknya. Cica letakkan dalam saku sepeda. "Bisa jadi objek cica ini", kata cica dalam hati.
Berikut beberapa fotonya. . .
| Cica letakkan dalam vas bunga terbaik di kamar cica : Labu ukur 25 mL hehe, , , anak kimia^^ |
| Cica letakkan di atas novel : Rantau1Muara Chapter 27 Cica suka bagian ini. Ketika Alif menyatakan keinginan untuk menjadi pendamping hidup Dinara^^ Ugh, So sweetttt... "Bismillah, Bang", Kata Dinara |
| Muara di atas Muara Chapter terahir dari novel ini. Setelah berkelana keliling dunia. Merantau. Mencari ilmu. Akhirnya kembali. . . Muara di atas Muara |
| Masih cica letakkan dalam labu ukur. namun memiliki BG Lemari kayu kamar cica. cica suka furniture dari kayu - kayuan. Bambu - bambuan. terkesan sederhana dan natural^^ |
"Dunia perkawinan adalah dunia berbagi dan saling mengerti.
Bukan dunia meminta dan berharap."
*Quote Novel Rantau1Muara
-Belitung, jember
Tidak ada komentar:
Posting Komentar