Rabu, 15 Januari 2014

Kelopak kuning

12:43 10 Januari 2014

Assalamualaikum,,,
Hai kawand. . . Gimana kabarnya ?
Liburan Maulid Nabi pada mudik gak.. ?
Gimana kabarnya keluarga di rumah ?
Semoga tetap sehat dan memperoleh Rahmat-Nya..

Saat itu, cica pulang melewati halaman Fakultas MIPA. Di lahan yang sekarang lebih layak di sebut taman tumbuh tanaman perdu yang berbunga cantik. Kuning. Cica suka warnanya. Ceria. :)

Tak hanya satu. Namun banyak kelopak - kelopak bunga yang muncul dari sela akarnya. Tumbuh menjulang ditopang oleh tangkai bunga. Cantik nian ketika hampir semua lahan taman tumbuh tanaman ini. Serempak menampilkan pesonanya bagai musim semi datang. *maaf, lagi belajar nulis desktiptif* :p

Melihatnya, tak kuasa telunjuk dan jempol cica menyatu memetiknya. Cica letakkan dalam saku sepeda. "Bisa jadi objek cica ini", kata cica dalam hati.

Berikut beberapa fotonya. . .

Cica letakkan dalam vas bunga terbaik di kamar cica :
Labu ukur 25 mL
hehe, , , anak kimia^^

Cica letakkan di atas novel :
Rantau1Muara
Chapter 27
Cica suka bagian ini.
Ketika Alif menyatakan keinginan untuk menjadi pendamping hidup Dinara^^
Ugh, So sweetttt...
"Bismillah, Bang", Kata Dinara


Muara di atas Muara
Chapter terahir dari novel ini.
Setelah berkelana keliling dunia. Merantau. Mencari ilmu.
Akhirnya kembali. . .
Muara di atas Muara

Masih cica letakkan dalam labu ukur.
namun memiliki BG Lemari kayu kamar cica.
cica suka furniture dari kayu - kayuan. Bambu - bambuan.
terkesan sederhana dan natural^^


"Dunia perkawinan adalah dunia berbagi dan saling mengerti.
Bukan dunia meminta dan berharap."
*Quote Novel Rantau1Muara

-Belitung, jember





Tidak ada komentar:

Posting Komentar