Senin, 16 September 2013

Malu

18:18 14 September 2013

-----Senang sekali bisa bersama mereka. Berada dalam lingkungan keluarga yang hangat. Senang sekali . . .
Seperti punya keluarga baru di sini. . . Bersama, duduk, mendengarkan jalan sulit yang beliau lalui . . . Perjalanan hidup. Saya tak banyak bisa berkata-kata ketika mendengarnya . . . Hanya mendengar dan mulai memahami. Seperti ada sesuatu di dalam diri ini, . .
-----Memang, sejak kecil sudah tak asing dengan kalimat, "Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah." Ketika setiap kali saya berkunjung ke rumah beliau, selalu dikasih makan. . . Sungguh baik. Kemudian, sesuatu dalam diri ini malu. . . Beberapa waktu ini, hampir sering dikasih makan, oleh ibunya adik LES atau teman saya sendiri. Ya, memang mungkin itu rejeki saya. Saya tidak pernah menolak, kecuali kalau dalam keadaan darurat. Namun, . . Sungguh, saya malu, karna mungkin jarang membantu orang yang membutuhkan. Orang2 dijalanan, anak2 yatim. . .
-----Kata mas, "Kamu tau ca, ada golongan manusia yang bisa masuk surga tanpa melewati yaumul hisab?
"Amalan apa yang dia lakukan . . ? ".
"Dialah, orang yang beribadah bukan untuk dilihat orang, tapi karna Allah SWT. Yaitu sebisa mungkin orang tidak tau."













#Puisi Sungguh Beruntung#
"Beruntunglah orang-orang yang hidup sederhana meski dia kaya raya.
Beruntunglah orang-orang yang rajin olahraga padahal dia sehat sentosa.
Beruntunglah orang-orang yang belajar giat padahal dia cerdas bukan kepalang.
Beruntunglah orang-orang yang lebih memilih istirahat, tidur, padahal dia sedang luang, santai dan senang.
Dan sunggguh beruntunglah orang-orang yang selalu ingat mati padahal dia hidup serta baik-baik saja."
*Tere Lije

-Belitung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar